Beranda | Artikel
Bab Kufur Nikmat - Bagian ke-2 - Kitab Al-Qaulul Mufid (Ustadz Abu Haidar As-Sundawy)
Jumat, 4 September 2015

Bersama Pemateri :
Ustadz Abu Haidar As-Sundawy

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abu Haidar As-Sundawy

[sc:status-al-qaulul-mufid-ustadz-abu-haidar-2013]

Ringkasan Kajian Kitab Qaulul Mufid

Aun bin Abdullah menyatakan bahwa contoh orang yang kufur nikamt adalah orang-orang yang mengatakan:

لولا فلان لم يكن كذا

“Seandainya tidak ada si fulan maka tidak akan terjadi begini.”

Jadi kejadian terebut dia nisbatkan kepada si fulan. Dan si fulan yang dimaksud bisa beragam. Bisa orang yang sudah mati, bisa orang yang masih hidup. Dan ini hukumnya berbeda.

Kalau si fulan tersebut sudah mati, tapi kejadian ini karena karomah si fulan yang sudah mati, walaupun sudah mati masih bisa memberikan manfaat kepada orang yang masih hidup, kalau keyakinan orangyang berkata tadi adalah demikian, maka ia terjerumus ke dalam syirik besar. Hal itu karena dia meyakini ada yang memberi manfaat atau mudhorot selain Allah.

Kalau dinisbatkan kepada orang yang masih hidup, dah orang yang masih hidup itu mempunyai kemampuan untuk melakukan peristiwa yang terjadi yang diberitakan oleh orang itu, maka hal ini pun dirinci.

Contoh, ada orang yang tenggelam di danau, kemudian ada orang yang menyelamatkannya. Kemudian ada yang mengatakan: “Seandainya tidak ada dia niscaya orang itu mati.” Bolehkah perkataan itu?

Simak selengkapnya penjelasan tentang “Bab Kufur Nikmat” dari hadits ini, oleh Ustadz Abu Haidar hafidzahulllah melalui rekaman audio yang kami sediakan. Semoga bermanfaat.

Download Kajian Kitab Qaulul Mufid

Jangan lupa untuk turut berbagi link donwload ceramah ini ke Facebook, Twitter, dan Google+, semoga bermanfaat bagi amal kita dan saudara Muslimin kita.


Artikel asli: https://www.radiorodja.com/15747-bab-kufur-nikmat-bagian-ke-2-kitab-al-qaulul-mufid-ustadz-abu-haidar-as-sundawy/